Berkenalan dengan Kesehatan Mental
Frasa kesehatan mental mungkin kurang begitu dikenal di masyarakat kita. Awareness tentang kesehatan mental biasanya ada di titik ekstrem gangguan mental, yakni kehilangan control dan kesadaran tentang apa yang dilakukan, alias gila.
Tapi apa sih kesehatan mental itu? Ini definisinya menurut WHO:
emotional and spiritual resilience which enables us to enjoy life and survive pain, suffering and disappointment. It is a positive sense of wellbeing and an underlying belief in our and others dignity and worth. It is influenced by our experience and our genetic inheritance.
Jadi, kesehatan mental itu adalah kekuatan yang bisa membuat kita menikmati hidup dan menerima kekecewaan. Kesehatan mental ini juga dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan turunan gen. Sayangnya, kita sering menyepelekan kesehatan mental, bahkan pada titik jika seseorang terlihat muram dan murung, suka kita ledekin ‘Mental Tempe’.
Biasanya pengalam seperti itu sering terjadi saat nongkrong bersama teman, "gitu aja kena mental, ah kurang jauh main lu" dengan gampangnya teman mengatakan seperti itu.
Menjaga Kesehatan Mental
Setelah lebih aware, yuk kita mulai jaga kesehatan mentalnya. Hal pertama yang dilakukan adalah, jangan anggap sepele, tapi jangan terlalu dibesar-besarkan. Merasa down karena putus cinta atau stress masalah pekerjaan adalah wajar, it’s okay, jalani saja. Tapi jika sudah beberapa hari rasanya kok makin sedih, makin males makan, makin marah-marah ke orang. Then, it’s time to step back and reset.
Menurut yang saya baca sih, kita bisa menjaga kesehatan mental kita dengan hal-hal di bawah ini:
- Berbicara dengan orang lain
Sebagai manusia pasti punya uneg-uneg. Apalagi perempuan yang memang kemampuan untuk melakukan komunikasi verbalnya cukup tinggi. Berbicara tentang keluhan kita pada orang terdekat, atau yang biasa kita sebut curhat cukup membantu, regardless ada solusi atau tidak. Bahkan bagi perempuan, didengarkan saja biasanya sudah senang bukan? Terbiasa melakukan pillow talk dengan pasangan pun bisa menjadi cara dalam menjaga kesehatan kita plus menjaga keharmonisan pula. Talk does matter.
- Me Time
Lakukan apa yang disukai saat me time. Suka baca buku atau nonton film? Please do it in your ‘me-time’ dan benar-benar nikmati. Biar apa? Biar plong atau refresh setelahnya. Bahkan bagi beberapa orang (termasuk saya), setelah melakukan me time, kita jadi punya sudut pandang baru terhadap masalah yang kita hadapi. Ingat, merasa lelah adalah manusiawi, dimaklumi jika kita butuh time-off. We’re human after all.
- Olahraga teratur
Olahraga ternyata bisa juga menjadi cara menjaga kesehatan mental, bukan hanya fisik. Katanya sih setelah mengeluarkan keringat, rasa cape mental yang kita alami bisa ikut memudar. Mirip-mirip dengan apa yang kita rasakan setelah me-time.
- Kurangi hal yang bersifat adiktif
Sesuatu yang berlebihan bisa menjadi candu. Alkohol, nikotin dan bahkan kafein bahkan bisa menjadi zat aditif dan kita ‘abuse’ konsumsinya ketika kita stress. Padahal hal-hal tersebut harus dihindari. Yuk mari yuk, kita kurangin konsumsinya. Kalo kita seneng yang manis-manis gimana? Ya kalo berlebihan kan jadinya eneg ya.
- Jangan malu meminta bantuan
Terakhir, hanya kita sendiri yang mengetahui batas kemampuan personal masing-masing. Oleh karena itu, when everything feel too much, jangan malu untuk meminta bantuan. Bantuan yang diberikan orang lain selain bisa jadi meringankan beban kita secara fisik, pun bisa meringakan beban mental kita. Minta bantuan pasangan, ketika sudah kewalahan mengurus rumah dan anak-anak. Minta bantuan rekan kerja, ketika tugas menumpuk dan deadline semakin mendekat. Minta bantuan professional ketika tiba-tiba berat rasanya menjalani hidup dan ingin mengakhirinya saja.
Kesehatan mental ini mungkin seperti sepele, tapi dengan sehat secara mental, hidup kita yang hanya sekali ini, bisa jadi lebih berkualitas.
Btw, Selamat Hari Kesehetan Mental Dunia untuk seluruh kita semua yang berhak merasakannya.
Ingatlah bahwa siapapun termasuk kamu tidak sendirian. Kita semua berperan dalam mematahkan stigma kesehatan mental dan mendukung satu sama lain untuk melalui masa masa sulit.
Tidak ada komentar: